Metaverse Dalam Pendidikan
Metaverse adalah sebuah dunia rekaan atau virtual buatan manusia yang di dalamnya kita dapat beraktivitas seperti pada dunia nyata. Dengan kemajuan teknologi, fasilitas pada dunia virtual jauh lebih canggih serta lebih indah dari dunia nyata. Bisa jadi dunia nyata yang biasa menjadi tempat aktivitas sehari-hari menjadi sepi dari segala keramaian karena semua akan berpindah ke dunia virtual. Bayangkan hampir semua aktivitas fisik dan interaksi sosial (belajar, bermain, rapat, diskusi, belanja, bekerja, berkreasi, dan lain-lain) dapat dilakukan dalam dunia virtual.
Salah satu aktivitas yang berpengaruh besar dari keberadaan Metaverse adalah pendidikan. Metaverse mungkin akan membuat seluruh aktivitas dalam dunia pendidikan nantinya bisa dilakukan dalam dunia virtual. Sekolah akan dibangun di dunia virtual, kelas-kelas akan terdapat di dunia virtual, pembelajaran dilakukan secara virtual, bahkan administrasi sekolah juga dapat dilakukan secara virtual. Dengan gambaran seperti itu, keberadaan gedung-gedung sekolah nyata menjadi berkurang peranannya bahkan bisa jadi tidak lagi diperlukan karena bapak/ibu guru beserta siswa-siswinya tidak harus hadir di sekolah nyata untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, semua bisa dilakukan secara virtual. Dengan demikian, gedung sekolah nyata hanya sebagai formalitas di dunia nyata.
Pada dunia metaverse, gedung-gedung sekolah bisa dibangun lebih megah karena hanya merupakan rekaan sehingga tidak memerlukan banyak biaya seperti di dunia nyata. Hal ini tentu akan membuat suasana kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Namun, dengan pelaksanaan kegiataan belajar mengajar yang dilaksanakan pada dunia virtual, ikatan batin antara guru dan murid di dunia nyata bisa berkurang karena guru dan murid hanya bertemu di metaverse dengan wujud avatarnya masing-masing, sementara di dunia nyata jarang atau bahkan bisa tidak pernah bertemu.
Dunia pendidikan tidak dapat menolak kemajuan teknologi. Justru manusia harus memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut sebagai alat untuk melakukan kegiatan yang positif pada pendidikan. Dengan adanya pengembangan metaverse oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, maka dunia pendidikan mau tidak mau harus menyiapkan diri untuk dapat menggunakan teknologi tersebut.
Praktik metaverse dalam pendidikan berarti akan terjadi dan bahkan sudah terjadi ketika praktik transfer ilmu dilakukan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Semua diwujudkan secara virtual melalui integrasi dari media sosial, virtual reality (VR), augmented reality (AI), cryptocurrency dan berbagai perangkat yang sedang hype saat ini.
Meteverse memerlukan teknologi internet yang cepat dan lancar, masalah biaya juga akan menjadi kendala karena hal itu tidaklah murah. Menengok pengalaman selama pandemi kemarin, pembelajaran daring sering terkendala pada jaringan yang lelet atau bahkan ada yang tidak dapat sinyal, demikian juga tidak semua orangtua mampu membelikan handphone buat anaknya. Saat memasuki metaverse mungkin tidak ada yang bisa didapat dengan gratis, perlu uang kripto untuk belanja segala sesuatunya. Kita belanja dan benar-benar mengeluarkan banyak uang tetapi barang yang kita dapatkan di dunia nyata tidak ada.
Kehadiran metaverse menambah alasan bagi dunia pendidikan untuk semakin berkembang secara progresif. Dengan semakin canggihnya internet, bukan tidak mungkin pendidikan akan berpindah dari dunia nyata ke dunia virtual. Pasti kita belum pernah terbayang sebelumnya bagaimana 10-20 tahun dari sekarang aktivitas interaksi tatap muka dalam dunia pendidikan seperti orientasi mahasiswa baru, conference, tur kampus, ujian tengah/akhir semester, interview, hingga proses magang dapat berpindah ke dunia virtual metaverse.

Semoga dengan adanya metaverse memudahkan kita untuk belajar dan mengajar di sekolah
ReplyDelete