Pengalaman Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di SMP Labschool Jakarta
Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo semua! Perkenalkan aku Dyah Wahyuningsih absen 10 kelas 8D. Pada blog kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalaman aku selama belajar tatap muka di SMP Labschool Jakarta. Setelah liburan semester 1 selesai, pemerintah menetapkan untuk sekolah membuka kembali pembelajaran tatap muka. SMP Labschool Jakarta mulai melaksanakan PTM kembali, dan yang spesial adalah kapasitas PTM kali ini sebanyak 100%. Wah, seru banget pasti! Ketemu teman-teman yang mungkin selama ini belum pernah ketemu langsung.
Di SMP Labschool Jakarta, kelas 9 diutamakan untuk masuk setiap hari, kelas 8 dan kelas 7 bergantian harinya. Giliran aku masuk di hari selasa dan kamis. Aku bangun pagi-pagi untuk bersiap berangkat ke sekolah. Pastinya mandi dulu dong, ngga kayak PJJ yang kadang-kadang malas untuk mandi, hihihi 😁. Aku sampai di sekolah dan duduk bareng teman semeja. Terasa sekali atmosfer semangat belajar PTM di dalam kelas. Semakin lama meja-meja mulai terisi dan kelas mulai penuh. Aku pun merasa senang sekaligus takut seperti baru masuk sekolah pertama. Aku bisa mengobrol dengan teman-teman sekelas. Semangat rasanya untuk mengikuti pembelajaran.
Mulailah pembelajaran pertama, guru masuk dan dengan ceria menyambut kelas yang penuh semangat. Guru mengajar dengan ceria dan jelas agar mudah dicerna oleh siswa. Materi yang disampaikan guru ketika PTM lebih mudah dicerna dibandingkan saat PJJ yang banyak distraction-Nya, bisa hp yang banyak notifnya dan lain lain. Sebelum guru mengajar pastinya sudah disiapkan materi dalam bentuk Power Point dan di pancarkan melalui proyektor yang disediakan di setiap kelas.
Pada waktu istirahat aku bisa berinteraksi maksimal dengan teman-teman sekelas. Kita mengobrol banyak tentang Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran Tatap Muka yang mungkin baru terjadi di angkatan kita untuk masuk sekolah baru tetapi belum ketemu teman-teman sekelas. Tentunya semua merasakan semangat yang berputar di atmosfer kelas. Disitulah pertama kalinya kita bertemu dengan teman-teman sekelas.
Fasilitas yang ada di SMP Labschool ini tentunya sangat lengkap dan mendukung terlaksananya PTM dengan lancar. Di setiap area disediakan beberapa wastafel dan sabun, hand sanitizer dan pengecek suhu di pintu utama. Di pintu utama kita akan diarahkan untuk cuci tangan terlebih dahulu kemudin cek suhu tubuh. Sebelum masuk sekolah kita juga harus scan Qr Code di aplikasi PeduliLindungi. Setelah Qr Code di scan kita akan mendapatkan warna, jika berwarna hijau artinya kita aman untuk masuk sekolah.
Fasilitas SMP Labschool memang lengkap, termasuk masjid. Labschool mempunyai masjid yang dinamakan Masjid Baitul Ilmi Labschool. Pada hari pertama aku sholat berjamaah di Masjid Baitul Ilmi, setelah sholat berjamaah kita berdoa bersama. Spesialnya di SMP Labschool Jakarta adalah setelah sholat dan doa bersama Labschool mempunyai program kuliah tujuh menit atau disingkat kultum. Kultum adalah program dimana setiap kelas akan bergantian menyalurkan perwakilan untuk menyampaikan materi di masjid. Tentunya program ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa juga meningkatkan kepercayaan diri siswa siswi untuk berbicara di depan umum.
Wah seru sekali ya pembelajaran tatap muka! Aku merasa sangat senang dan puas bisa mengikuti PTM di SMP Labschool Jakarta. Jadi ngga sabar untuk PTM hari berikutnya. Semoga pandemi cepat berakhir dan kita bisa PTM setiap hari, merasakan PTM yang seru setiap harinya. Nah, Sekian dulu pengalman aku selama Pembelajaran Tatap Muka di SMP Labschool Jakarta.
Terima kasih, Wassalamualaikum Wr. Wb.
#SMPLabschoolJakarta

yeay..alhamdulillah bisa belajar tatap muka berinteraksi langsung dengan teman2 dan guru ya mba. semangat belajar hal baik dan baru. semoga pandemi cepat selesai dan bisa sekolah normal lagi. aamiin
ReplyDeleteSMP Labschool keren. semangat semua
ReplyDeletePTM memang menyenangkan, tapi prokes tetap harus dijaga ya. salam sehat
ReplyDeleteSemoga tidak ada learning loss dan juga life loss. maju terus pendidikan di Indonesia
ReplyDelete